struktur website

Struktur Website yang Baik untuk Mendukung SEO dan Pengalaman Pengguna

Ketika seseorang membuka sebuah website, mereka tentu berharap dapat menemukan informasi dengan mudah tanpa harus merasa bingung. Pengunjung ingin mengetahui halaman mana yang harus mereka buka, informasi apa yang tersedia, serta bagaimana mereka dapat berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya.

Oleh karena itu, website tidak cukup hanya memiliki desain yang menarik atau konten yang banyak. Website juga membutuhkan susunan halaman yang logis agar pengunjung dapat memahami hubungan setiap informasi dengan cepat. Bayangkan sebuah toko fisik yang memiliki produk lengkap, tetapi pemilik toko menaruh semua barang secara acak tanpa kategori atau petunjuk.

Pengunjung tentu membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan barang yang mereka cari. Hal serupa dapat terjadi pada website ketika pemiliknya membuat banyak halaman tanpa memikirkan struktur. Selain menyulitkan pengunjung, struktur yang berantakan juga dapat menyulitkan mesin pencari dalam memahami hubungan antarkonten.

Apa Itu Struktur Website yang Baik?

Struktur website menunjukkan cara Anda mengatur halaman, kategori, navigasi, URL, dan hubungan antarkonten dalam sebuah website. Struktur yang baik membuat setiap halaman memiliki posisi dan fungsi yang jelas. Pengunjung dapat berpindah dari halaman utama menuju kategori, subkategori, artikel, produk, atau halaman layanan tanpa mengalami kebingungan.

Selain itu, struktur yang terorganisir membantu mesin pencari memahami konteks setiap halaman. Dengan demikian, mesin pencari dapat mengidentifikasi hubungan antara halaman utama dan halaman pendukung. Struktur website juga perlu mengikuti tujuan bisnis. Website toko online membutuhkan susunan yang berbeda dengan website perusahaan jasa, portal berita, atau blog pribadi.

Mengapa Struktur Website Sangat Penting?

1. Memudahkan Pengunjung Menemukan Informasi

Pertama, struktur yang jelas membantu pengunjung menemukan informasi dengan lebih cepat. Misalnya, sebuah website jasa memiliki menu utama seperti Layanan, Tentang Kami, Portofolio, Blog, dan Kontak. Pengunjung dapat langsung memilih menu sesuai kebutuhannya. Selanjutnya, halaman layanan dapat mengarah ke detail layanan tertentu.

2. Membantu Mesin Pencari Memahami Website

Selain pengguna, mesin pencari juga perlu memahami hubungan antarkonten. Struktur website memberikan konteks mengenai halaman yang memiliki hubungan satu sama lain. Misalnya, website memiliki kategori SEO yang mencakup artikel tentang keyword research, technical SEO, internal linking, dan SEO lokal.

3. Memperkuat Internal Linking

Struktur yang rapi juga memudahkan Anda membangun internal linking. Anda dapat menghubungkan halaman utama dengan halaman pendukung yang relevan. Kemudian, artikel pendukung dapat mengarahkan pembaca menuju artikel lain atau halaman layanan. Dengan demikian, pengguna dapat menjelajahi website secara lebih mendalam.

Elemen Penting dalam Struktur Website

1. Homepage

Homepage menjadi salah satu halaman penting karena sering menjadi titik awal navigasi. Gunakan homepage untuk menjelaskan bisnis secara singkat, menampilkan layanan utama, memberikan akses menuju kategori penting, dan mengarahkan pengunjung ke halaman yang memiliki nilai bisnis. Namun, jangan memasukkan semua informasi ke homepage.

2. Navigasi Utama

Navigasi utama perlu memiliki susunan yang sederhana dan mudah dipahami. Gunakan nama menu yang familiar bagi pengunjung. Misalnya, gunakan Layanan daripada istilah yang terlalu kreatif tetapi tidak menjelaskan isi halaman. Selain itu, batasi jumlah menu utama agar pengunjung tidak merasa kewalahan.

3. Kategori dan Subkategori

Kategori membantu Anda mengelompokkan konten berdasarkan topik. Sementara itu, subkategori dapat membantu Anda membuat kelompok yang lebih spesifik. Struktur tersebut memberikan gambaran yang jelas mengenai hubungan antartopik. Namun, jangan membuat terlalu banyak kategori. Pastikan setiap kategori memiliki jumlah konten yang cukup dan tujuan yang jelas.

Cara Membuat Struktur Website yang Baik

1. Tentukan Tujuan Website

Sebelum membuat struktur, tentukan terlebih dahulu tujuan utama website. Setelah itu, tentukan halaman yang mendukung tujuan tersebut. Misalnya, website bisnis jasa membutuhkan halaman layanan, portofolio, tentang perusahaan, kontak, dan artikel pendukung.

2. Buat Hierarki Halaman

Selanjutnya, susun halaman berdasarkan tingkat kepentingannya. Homepage dapat menjadi tingkat paling atas. Kemudian, kategori atau halaman layanan dapat berada pada tingkat berikutnya. Setelah itu, Anda dapat menempatkan halaman detail atau artikel pendukung di bawah kategori yang relevan. Struktur tersebut membuat website memiliki hierarki yang lebih mudah dipahami.

3. Gunakan URL yang Sederhana

URL juga menjadi bagian dari struktur website. Buat URL yang singkat, deskriptif, dan mudah dibaca. Struktur tersebut menunjukkan hubungan antara halaman SEO lokal dengan topik Google Business Profile. Hindari URL yang terlalu panjang dan penuh parameter yang tidak diperlukan.

4. Bangun Internal Link Secara Strategis

Internal link menjadi penghubung antarkonten. Karena itu, gunakan tautan berdasarkan konteks. Misalnya, artikel tentang “riset keyword” dapat mengarah ke artikel tentang “search intent”. Kemudian, artikel tersebut dapat mengarah ke halaman layanan SEO.

Gunakan anchor text yang menjelaskan isi halaman tujuan. Dengan demikian, pembaca dapat memahami alasan mereka perlu membuka tautan tersebut. Selain itu, lakukan audit internal link secara berkala untuk menemukan halaman yang tidak mendapatkan tautan dari halaman lain.

5. Hindari Orphan Pages

Orphan page merupakan halaman yang tidak memiliki internal link dari halaman lain dalam website. Halaman seperti ini dapat sulit ditemukan oleh pengguna melalui navigasi normal. Oleh karena itu, setiap halaman penting sebaiknya memiliki hubungan dengan halaman lain. Hubungkan artikel baru dari artikel lama, kategori, halaman layanan, atau hub page yang relevan.

6. Buat Breadcrumb

Breadcrumb membantu pengguna memahami posisi mereka dalam struktur website. Dengan breadcrumb, pengguna dapat kembali ke kategori sebelumnya tanpa harus kembali ke homepage. Selain itu, breadcrumb memberikan konteks tambahan mengenai hierarki halaman.

Struktur Website untuk SEO

Gunakan Topic Cluster

Topic cluster dapat membantu Anda mengorganisasi konten berdasarkan topik utama. Misalnya, Anda memiliki pillar page dengan topik “Panduan SEO”. Kemudian, Anda membuat artikel pendukung tentang keyword research, technical SEO, SEO lokal, backlink, dan content marketing. Selanjutnya, hubungkan artikel tersebut dengan pillar page dan konten terkait lainnya.

Prioritaskan Halaman Penting

Tidak semua halaman memiliki nilai yang sama. Oleh karena itu, tentukan halaman yang paling penting bagi bisnis. Halaman tersebut dapat berupa halaman produk, layanan, kategori utama, atau landing page. Kemudian, arahkan internal link yang relevan menuju halaman tersebut. Dengan demikian, Anda dapat memperkuat hubungan halaman yang memiliki nilai bisnis paling tinggi.

Struktur Website untuk Toko Online

Toko online membutuhkan struktur yang lebih detail karena jumlah produknya dapat mencapai ratusan bahkan ribuan. Namun, jangan membuat setiap kombinasi filter menghasilkan URL yang dapat diindeks tanpa pertimbangan. Kondisi tersebut dapat menciptakan terlalu banyak halaman yang memiliki nilai rendah.

Contohnya:

Homepage → Kategori → Subkategori → Produk

Misalnya:

Homepage → Sepatu → Sepatu Lari → Sepatu Lari Pria

Struktur Website untuk Bisnis Jasa

Website bisnis jasa dapat menggunakan struktur yang lebih sederhana. Setiap halaman layanan dapat memiliki artikel pendukung yang menjawab pertanyaan calon pelanggan. Dengan demikian, artikel dapat membantu membangun kepercayaan sebelum pengguna menghubungi bisnis.

Kesalahan dalam Membuat Struktur Website

Terlalu Banyak Level

Struktur yang terlalu dalam dapat membuat pengguna membutuhkan terlalu banyak klik untuk menemukan halaman. Karena itu, usahakan halaman penting dapat dijangkau dengan beberapa langkah navigasi yang wajar.

Membuat Kategori Berlebihan

Jangan membuat kategori baru hanya karena Anda memiliki satu atau dua artikel dengan topik tertentu. Sebaliknya, gabungkan topik yang masih memiliki hubungan kuat dalam kategori yang relevan.

Mengabaikan Mobile

Banyak pengguna mengakses website melalui smartphone. Oleh sebab itu, struktur navigasi harus tetap mudah digunakan pada layar kecil. Gunakan menu mobile yang jelas dan pastikan tombol memiliki ukuran yang nyaman untuk disentuh.

Tidak Melakukan Audit

Website terus berkembang. Anda mungkin menambah artikel, menghapus halaman, mengubah kategori, atau memindahkan URL. Karena itu, lakukan audit struktur secara berkala. Periksa broken link, orphan pages, redirect, navigasi, internal link, serta halaman yang tidak lagi memiliki fungsi.

Cara Mengevaluasi Struktur Website

Pertama, buka website sebagai pengunjung biasa. Coba cari beberapa informasi penting tanpa menggunakan pencarian internal. Kemudian, perhatikan apakah Anda dapat menemukan halaman tersebut dengan mudah.

Selanjutnya, periksa struktur URL dan hubungan internal link. Pastikan setiap halaman penting memiliki jalur yang jelas menuju halaman tersebut. Selain itu, gunakan data analitik untuk melihat halaman yang sering dikunjungi dan jalur navigasi yang paling sering digunakan.

Kesimpulan

Membangun struktur website yang baik membutuhkan perencanaan, konsistensi, dan evaluasi secara berkala. Mulailah dengan menentukan tujuan website, kemudian susun hierarki halaman, navigasi, kategori, URL, dan internal link secara logis.

Selanjutnya, hubungkan halaman yang memiliki hubungan topik, gunakan breadcrumb, hindari orphan pages, serta prioritaskan halaman yang memiliki nilai bisnis tinggi. Selain itu, sesuaikan struktur dengan jenis website karena toko online, bisnis jasa, dan website informasi memiliki kebutuhan yang berbeda.

Jangan lupa, evaluasi struktur secara rutin karena perkembangan konten dapat mengubah hubungan antarkonten. Dengan demikian, website dapat memberikan pengalaman navigasi yang lebih nyaman sekaligus membantu mesin pencari memahami konteks setiap halaman. Punca Digitala

Share :